Befinda.com

Menjadi Nasabah Bijak Aman dari Serangan Siber

Sudah saatnya menjadi nasabah bijak agar terhindar dari ancaman kejahatan siber

Baru-baru ini saya mengikuti official akun instagram bank BRI untuk mengetahui informasi terbaru mengenai layanan maupun fitur di dalamnya. Setelah menekan tombol follow berwarna biru di akun centang biru tersebut, tahukah apa yang terjadi? Tiba-tiba tidak sampai semenit kemudian terdapat notification permintaan mengikuti dari berbagai akun yang mengatasnamakan bank BRI. Tidak hanya satu akun saja namun beberapa akun. Satu di antaranya  mengirimkan direct message yang menginformasikan layanan live chat BRI dengan melampirkan link tidak jelas asal usulnya.

Tidak hanya berhenti sampai di sini, tiba-tiba terdapat panggilan telepon dari nomor tak dikenal yang mengatasnamakan customer service bank BRI. Walapun sudah tahu kalau ini terindikasi penipuan, saya coba angkat telepon dari nomor tersebut. Berikut rangkuman percakapannya ( P=penipu, M=me/saya)

P : Selamat malam, apakah benar dengan ibu Bella Fitri Ananda?
M : Iya benar, mohon maaf ini dari siapa ya?
P : Kami dari layanan live chat BRI, baru saja kami melihat ibu memfollow akun resmi kami sehingga kami menghubungi ibu. Apakah ada permasalahan yang sedang dihadapi terkait layanan bank BRI?
M : Tidak, maaf sebelumnya dapat nomor ini dari mana ya? Kok bisa tahu nomor saya?
P : Dari sistem kami ibu, nomor ini telah terdaftar dalam layanan mobile banking BRI. Dari sini terlihat bahwa ibu belum mengaktifkan layanan bi-fast ya? Kami informasikan saat ini terdapat layanan bi-fast yang awalnya biaya transfer Rp.6500 menjadi Rp.2500, apakah ibu ingin mengaktifkannya?
M : Maaf, padahal nomor ini tidak terdaftar dalam mobile banking. Apakah benar ini dari official bank BRI?
P : Iya benar kami dari bank BRI. Di sistem kami nomor ini terdaftar bu, bagaimana apakah bersedia kami bantu mengaktifkannya?
M : Namun kenapa nomor whatsapp nya tidak centang hijau ya?
Tiba tiba telepon dimatikan……..

Sebenarnya iseng mengangkat telepon dari nomor tidak dikenal ini. Namun setelah dipikir-pikir, kenapa mereka bisa tahu nomor saya? Padahal beberapa menit yang lalu saya hanya memfollow official instagram bank BRI saja. Sepertinya ada yang tidak beres apalagi nomor yang ditelepon merupakan nomor kedua yang khusus saya gunakan untuk jualan. Bukan pula nomor yang saya daftarkan untuk mobile banking ataupun instagram. Namun kenapa mereka bisa tahu nomor ini lengkap dengan nama saya, hingga sekarang pun saya masih terheran-heran.

Hal ni mengindikasikan bahwa cukup mudah bagi penipu untuk melancarkan aksinya. Bayangkan kalau saya meladeni dan mengikuti arahan dari penelepon tersebut. Pasti akun mobile banking saya diambil alih dan dikuras saldonya. Tidak bisa membayangkan jika hal ini terjadi kepada seorang mudah mempercayai akan hal ini, sangat mungkin dalam sepuluh menit bisa ludes saldonya. Hal ini masih terjadi di Indonesia terlihat dari banyaknya judul berita seperti berikut :

Sederet Korban Penipuan

Klik Link Berujung Kehilangan Uang Rp 1 M Lebih, Wanita Ini Menangis Histeris.

Nasib malang dialami seorang pria dan wanita yang diduga merupakan satu keluarga setelah terkena penipuan seusai klik tautan asing yang muncul pada aplikasi Whatsapp. Tidak berpikir panjang, korban secara langsung menekan tautan tersebut. Tak lama kemudian, uang tabungan di dalamnya pun semakin terpotong Rp150 ribu walaupun sang pemilik tak melakukan transaksi setiap bulannya. Hingga akhirnya, korban pun kehilangan uang sejumlah Rp1 miliar lebih.

Jadi Korban Penipuan, Rekening Nasabah Bank BUMN Ludes Tak Bersisa

Warga Wonogiri, Jawa Tengah, kehilangan uang sebesar Rp 33,6 juta yang disimpan dalam rekening Bank Rakyat Indonesia (BRI). Kehilangan itu baru diketahuinya pada Kamis (4/8/2022). Mendapat laporan nasabah yang rekeningnya tidak lagi bersisa, BRI Cabang Wonogiri langsung menginvestigasi. Namun bank hanya akan melakukan penggantian kerugian kepada nasabah apabila kelalaian diakibatkan oleh sistem perbankan.

Nasib nahas dialami seorang driver ojek online di Semarang, Jawa Tengah.

Modus yang dipakai pelaku adalah undian berhadiah dari bank. Pelaku lantas mengirimkan sebuah tautan kepada Irwan dengan alasan untuk melihat poin di bank yang Irwan pakai. Ia mengaku tergiur undian berhadiah tersebut hingga akhirnya tabungan drive rojol ludes tak bersisa. Kala itu, Irwan mengaku seperti terhipnotis dan melakukan apa yang diperintahkan pelaku.

Tidak hanya tiga berita itu saja, masih banyak berita bertajuk penipuan yang terjadi tengah-tengah masyarakat Indonesia. Berdasarkan data dari situs patrolisiber.id, terdapat 15.152 aduan kejahatan siber yang dilaporkan melalui portal Patrolisiber sepanjang Januari hingga September 2021 dengan total kerugian mencapai 3,88 triliun. Tercatat, konten tentang penipuan paling banyak dilaporkan yakni 4.601 kasus. Biasanya penipu menggunakan psikologis korban untuk melancarkan aksinya. Inilah yang biasa disebut dengan soceng. Apa itu soceng?

Awas Soceng Mengintai Tabunganmu

Soceng merupakan kependekan dari social engineering atau rekayasa sosial merupakan sebuah cara untuk memanipulasi psikologis seseorang bertujuan untuk mendapatkan informasi pribadi yang bersifat rahasia. Terdapat beberapa modus social enginering yang akhir-akhir ini marak berredar di tengah-tengah masyarakat, seperti yang dikatakan OJK terdapat 4 modus soceng yang sering terjadi. Diantaranya sebagai berikut:

Perubahan Tarif Transfer Bank

Awalnya penipu menghubungi korban dan berpura-pura sebagai pegawai bank. Kemudian penipu menyampaikan informasi terkait adanya perubahan tarif transfer bank kepada korban. Penipu meminta korban mengisi link formulir yang di dalamnya meminta data pribadi seperti PIN, OTP dan password.

Tawaran menjadi Nasabah Prioritas

Penipu menawarkan iklan upgrade menjadi nasabah prioritas dengan berbagai rayuan promosi dan kelebihannya. Selanjutnya penipu akan meminta korban memberikan data pribadi seperti Nomor Kartu ATM, PIN, OTP, Nomor CVV/CVC, dan password.

Akun Layanan Konsumen Palsu

Di berbagai media sosial tak sedikit muncul akun palsu yang mengatasnamakan bank. Akun ini biasanya muncul ketika ada nasabah yang menyampaikan keluhan terkait layanan perbankan. Pelaku akan menawarkan bantuan untuk menyelesaikan keluhannya dengan mengarahkan ke website palsu pelaku atau meminta nasabah memberikan data pribadinya.

Tawaran Menjadi Agen Laku Pandai

Modus lain yaitu penipu menawarkan jasa menjadi agen laku pandai bank tanpa persyaratan rumit. Agen laku pandai biasa dikenal dengan agen bank. Biasanya penipu akan meminta korban mentrasnfer sejumlah uang untuk mendapatkan mesin EDC untuk transaksi.

Tidak hanya waspada terhadap 4 modus itu saja, kita harus waspada terkait apapun yang meminta data pribadi seperti nomor kartu ATM, PIN, OTP, nomor CVV/CVC, dan password. Seperti yang sudah dijelaskan di awal, saya hampir saja tekena jebakan soceng dengan modus pengaktifan bi-fast. Sehingga jika ada nomor tak dikenal menghubungi dengan berbagai alasan yang dibuatnya, kemudian meminta data pribadi dapat dipastikan ini terindikasi sebagai penipuan.

Sehingga dalam menggunakan layanan keuangan digital harus hati-hati agar terhindar dari ancaman siber seperti ini. Pelaku seakan melakukan cara elegan agar kita terhipnotis oleh perkataan mereka sehingga tak sadar kita memberikan data penting. Sehingga menyebabkan akun perbankan diambil alih dan pelaku menggasak ludes saldo. Oleh karena itu kita tidak boleh sembarangan dalam memerikan data penting terutama yang berkaitan dengan akun perbankan.

 

DATA VS ANCAMAN SIBER

Isu peretasan menjadi booming akhir-akhir ini. Indonesia digemparkan oleh seorang yang mengaku sebagai hacker telah meretas data milik pemerintah yang artinya besar kemungkinan data kita ada di dalamnya. Hingga banyak yang bertanya-tanya “Lah kenapa kok data kita dicuri? Padahal itu hanya data yang bersifat umum saja”. Eitss jangan salah, di era transformasi digital ‘data’ sangat berharga. Bahkan data yang sudah dikumpulkan bisa menjadi ladang cuan oleh oknum yang tidak bertanggung jawab. Hal ini terlihat dari adanya situs yang menjual data masyarakat.  Seperti yang pernah dikatakan oleh Alvin Toffler, seorang penulis dan futurolog mengatakan bahwa orang yang menguasai informasi, maka akan menguasai dunia. Apabila teori diimplementasikan oleh orang baik, maka dunia akan menjadi baik-baik saja begitupun sebaliknya.

Kenapa data sangat penting? Suatu informasi tercipta karena adanya data. Informasi inilah yang kemudian sangat bermanfaat sebagai pertimbangan untuk mengambil suatu keputusan atau kebijakan suatu perusahaan atau dalam bidang lain. Seperti halnya dalam menggunakan media sosial atau aplikasi sering kali diminta untuk memasukkan data sebagai persyaratan login. Namun data terkadang dimanfaatkan oleh oknum tertentu untuk memperoleh keuntungan dengan cara instan. Sehingga harus bijak dalam menggunakan data pribadi terutama data yang berkaitan dengan keuangan atau perbankan yang biasanya dimanfaatkan oleh oknum tertentu untuk mengambil keuntungan atau biasa disebut penipuan.

Dari informasi tersebut terlihat penipuan menjadi kasus yang paling banyak dilaporkan. Penipuan ini biasanya menyasar kepada jasa layanan keuangan digital. Di balik keunggulan suatu sistem pasti ada kelemahannya. Termasuk layanan keuangan digital yang saat ini sedang berkembang sangat pesat. Aneka kemudahan dan kemajuan yang ditawarkan terdapat celah yang dimanfaatkan oleh oknum tertentu untuk mengambil kesempatan dalam kesempitan. Fitur keamanan menjadi isu yang hingga saat ini masih meresahkan masyarakat. Semakin banyak pengguna layanan keuangan digital semakin banyak pula peluang orang yang bisa terjebak oleh kasus ini.

Kenali Kejahatan Sober dalam Perbankan

Card Skimming

Card skimming merupakan kejahatan pencurian data kartu ATM/debit dengan cara menyalin informasi yang terdapat pada strip magnetis yang dilakukan oleh orang tak bertanggung jawab. Selain itu pelaku berusaha memperoleh PIN kartu ATM/debit dengan mengintip tombol saat korban sedang bertransaksi melalui mesin ATM atau EDC. Biasanya mereka menggunakan kamera kecil yang dipasang di tempat tersembunyi di area mesin ATM/EDC berada. Oleh karena itu alangkah baiknya simpan kartu sebaik mungkin dan tutup jari tangan ketika sedang menekan tombol PIN kartu ATM atau debit. Selain itu jangan sekali-kali menyebarkan info data pribadi atau orang lain di media sosial.

Phising

Phising merupakan tindakan yang dilakukan oleh orang yang tak bertanggungjawab dengan meminta atau memancing korban untuk mengungkapkan informasi penting seperti user ID, password, token, nomor kartu kredit, masa berlaku kartu kredit, atau CVV (Card Verivication Code) dengan cara mengirimkan pesan palsu atau hoax yang dapat berupa email, website, atau komunikasi elektronik lainnya. Biasanya, tindak kejahatan ini diikuti dengan ancaman sehingga mempengaruhi psikologis korban. Jika pelaku Card Skimming melancarkan aksinya menggunakan kartu AMT atau debit, phising menggunakan internet banking untuk mendapatkan data-data tersebut.

Carding

Carding merupakan kejahatan siber yang terjadi di e-commerce. Carding merupakan suatu aktivitas belanja secara online dengan menggunakan data kartu debit atau kredit yang diperoleh secara ilegal oleh orang yang tidak bertanggung jawab. Sama seperti phising, carding cukup mudah dilakukan karena tidak membutuhkan kartu fisik dan hanya mengandalkan data dari kartu debit/kredit yang ingin digasak. Umumnya, pelaku akan mencari dan mendapatkan data-data dari kartu debit atau kredit bisa melalui marketing palsu, merchant palsu, pencatatan data-data sensitif oleh oknum pada merchant, jual beli data ataupun bisa dari kartu hilang yang ditemukan oleh orang tak bertanggungjawab.

Langkah Bijak Agar Terhindar dari Kejahatan Siber

1

Jangan sekali-kali memberikan informasi mengenai data pribadi kepada orang lain yang tidak berkepentingan. 

2

Jangan mengakses situs web yang berisiko tinggi dan mengandung banyak konten tambahan seperti iklan, game online, pop-up window.

3

Jangan bertransaksi melalui internet maupun mobile banking menggunakan jaringan WIFI gratis yang mudah diakses banyak orang.

4

Jangan mudah percaya akun palsu yang mengatasnamakan pihak bank. Cek kebenarannya melalui official akun bank.

Menjadi Nasabah Bijak Agar Terhindar dari Kejahatan Siber

5

Jangan pernah mengklik website dengan kata yang sengaja disalahejakan atau mirip dengan yang asli. Serta pastikan akses alamat website internet banking Anda benar.

6

Setelah selesai melakukan transaski melalui website, segera log out dari aplikasi agar terhindar dari penyalahgunaan akun oleh pihak lain.

7

Ganti password secara berkala, seta jangan pernah memberikan password kepada pihak lain untuk mengakses akun yang dimiliki. 

8

Jika terdapat permasalahan mengenai layanan bank segera huungi official akun atau website resmi.

BRI

Upaya BRI Lindungi Data Nasabah

BRI telah memanfaatkan Artificial Intelligence atau kecerdasan buatan sebagai tindakan preventif menghadapi kejahatan siber. Pemilihan teknologi ini tentu sudah dipertimbangkan dari hasil kajian dan analisis risiko sehingga teknologi ini mampu untuk melindungi data nasabah atau meminimalisir kebocoran data.

Bank Rakyat Indonesia merupakan bank terbesar nomor satu di Indonesia sehingga sudah seharusnya berupaya menjamin keamanan data nasabah. Lalu apa yang diupayakan Bank BRI untuk menjaga data nasabah?  Terdapat  tiga aspek yaitu people, process, dan tecnology.

Literacy

Pentingnya Literasi Digital Keuangan

Literasi keuangan digital yang harus dikuasai tidak hanya mengenai produk atau layanan keuangan digital saja. Namun juga hal-hal mengenai risiko atau ancaman layanan ini termasuk tentang kejahatan siber. Tidak hanya sekedar kebutuhan saja, lebih dari itu literasi keuangan digital telah menjadi lifestyle di era pesatnya transformasi digital seperti saat ini. Hadirnya layanan ini membuat masyarakat memiliki banyak pilihan untuk mengakses layanan keuangan tanpa perlu datang ke kantor lembaga jasa keuangan.

Hal ini didorong oleh pandemi covid-19 yang sangat berkontribusi melambungnya transaksi digital karena pembatasan mobilitas manusia. Dibalik pesatnya transformasi digital terdapat ancaman kejahatan siber yang semakin meningkat. Walaupun teknologi keuangan digital sudah sangat maju namun juga harus dibarengi oleh masyarakat yang aware juga. Karena keamanan itu tidak hanya dari pelaku jasa keuangan saja, namun yang paling utama justru pemilik data sendiri yang menjadi kunci utama.

Saat ini terdapat gerakan #NasabahBijak yang bekerjasama dengan bank BRI. Gerakan #NasabahBijak merupakan sebuah wadah komunitas yang memiliki tujuan untuk memberikan literasi keuangan kepada masyarakat Indonesia yang mencakup bagaimana mengelola uang, melunasi hutang, suku bunga, asuransi, tabungan pensiun, pajak, serta produk keuangan seperti kredit dan pinjaman serta tak lupa memberikan edukasi tentang bermacam ancaman siber yang bertebaran di sektor perbankan dan bagaimana cara pencegahannya. Setelah membaca artikel ini diharapkan aku, kamu, dan kita semua bisa menjadi penyuluh digital dengan mensosialisasikan tentang gerakan #NasabahBijak setidaknya bagi orang sekitarmu agar terhindar dari kejahatan siber.

Source (Instagram : nasabahbijak)

Referensi

Referensi Tulisan

https://www.ojk.go.id/
https://sikapiuangmu.ojk.go.id/
https://www.nasabahbijak.id/
https://www.bri.co.id/
https://www.kominfo.go.id/
https://www.djkn.kemenkeu.go.id/
https://keuangan.kontan.co.id/news/bri-komitmen-lakukan-perlindungan-data-nasabah
https://sumbar.suara.com/read/2022/05/18/062500/gadis-ini-nangis-seharian-karena-korban-phising-isi-link-pembaruan-data-bank-rp-16-juta-ludes
https://trends.tribunnews.com/2022/04/22/tabungan-rp65-juta-ludes-tak-bersisa-driver-ojol-tertipu-undian-berhadiah-bagaimana-kronologinya
https://regional.kompas.com/read/2022/08/07/202045378/jadi-korban-penipuan-rekening-nasabah-bank-bumn-ludes-tak-bersisa?page=all
https://regional.kompas.com/read/2022/08/07/202045378/jadi-korban-penipuan-rekening-nasabah-bank-bumn-ludes-tak-bersisa
https://lokadata.beritagar.id/chart/preview/jenis-kejahatan-siber-di-indonesia-2019-2020-1590136655
https://fisip.ui.ac.id/bhakti-cybercrime-menjadi-jenis-kejahatan-yang-mengalami-peningkatan-cukup-tinggi/
https://databoks.katadata.co.id/datapublish/2021/10/07/kerugian-akibat-kejahatan-siber-capai-rp-388-triliun-apa-saja-bentuknya
https://www.voaindonesia.com/a/6745184.html


Referensi Aset Grafis
Animasi video dari vecteezy.com
canva.com
app.lottiefiles.com
Ig nasabahbijak

error: Content is protected !!